home  |  f.a.q  |  site map  |  contact us 

 
 

Company Profile & Success Story


 
Bubur, nama yang populer sejak jaman nenek moyang kita adalah makanan yang terbuat dari beras. Merupakan makanan pokok hampir setiap rumah tangga dan mudah pembuatannya.

Bahan baku yang alami dan pilihan, ditambah bumbu super racikan kami sendiri, menambah kelezatan rasa pada makanan ini sehingga menjadikan bubur sebagai produk andalan kami.

One minute service adalah bukti dari pelayanan kami yang tidak dapat ditemui di tempat lain bahwa makanan ini mudah dibuat dan cepat saji.

Dari Pasuruan, dalam tempo singkat, gerai Bubur'Qu telah menyebar ke berbagai Kota. Gurihnya keuntungan yang ditawarkan, menjadi daya tarik tersendiri, selain minimnya investasi dan kemudahan pengelolaan bisnisnya.

Bagi Koko, panggilan akrab MS Mardiko, menjalankan bisnis agaknya menjadi pilihan hidup. Demi menggeluti bisnis, lelaki kelahiran gresik ini, rela meninggalkan statusnya sebagai salah satu manager di sebuah perusahaan asing yang cukup bonafit di Pasuruan Jatim. "Saya pingin mencoba menggunakan otak kanan saya dengan menjadi entrepeneur".

Walau pada awalnya sempat was-was, nyatanya kini ia telah naik status menjadi juragan bubur yang sangat sukses. Saat ini ia memang meraih kesuksesan dari bisnis bubur dengan bendera Bubur'Qu yang dikembangkan dengan sistem waralaba di negeri ini. Dan dengan bubur ini pulalah, ia telah menghidupi banyak karyawan yang bergabung di jaringan bisnisnya.

Di tangan Koko, bubur ternyata menjadi ajang bisnis yang menggiurkan. Bapak dua anak ini, telah menikmati gurihnya penghasilan dari makanan berbahan baku beras ini. Setelah sukses ] meningkatkan gengsi bubur, makanan ini ternyata bisa menjadi menu utama yang layak jual. Koko secara khusus hanya menjual aneka macam bubur. Ada empat varian rasa yang disajikan Bubur'Qu, masing-masing Bubur Jakarta, Bubur Manado, Bubur Sukabumi dan Champion. Untuk menemukan resep bubur, ia mengaku harus keliling Jawa dan dari sinilah ia menemukan resep-resep orisinil dari berbagai daerah langsung dari pemiliknya.

Sejak awal, Koko memang berniat mengembangkan gerainya dengan model franchise. Semangat mengelola bisnis dengan sistem franchise, berkobar-kobar di dalam dadanya setelah ia mengikuti program di Enterpreneur University (EU) besutan Purdi E Chandra. "EU memang banyak mengubah mental saya dalam menjalankan bisnis," Kata Koko.

Melalui sistem franchise ini, gerai Bubur'Qu kini bisa ditemukan di berbagai kota di Indonesia. Perkembangan gerai Bubur'Qu, bisa dibilang cepat. Sejak kehadirannya akhir tahun 2006, kini gerainya telah mencapai di atas angka 30 cabang. "Dalam waktu dekat kami akan segera membuka di Jakarta dan Jawa Barat". Bubur'Qu sengaja menyasar kalangan menengah. Dengan harga kisaran rata-rata Rp 5-6 ribu, pasti akan terjangkau oleh mereka yang memang memiliki kegemaran makan bubur. Harga ini tentu relatif masih murah, apalagi untuk ukuran kota besar seperti Surabaya, Jakarta atau Denpasar. Gerai Bubur'Qu dikelola dengan beragam bentuk, ada yang model tenda ada juga yang model resto yang bertempat di ruko maupun mall tergantung minat franchisee.

Jika dikelola dengan baik, berdasarkan perhitungan yang matang, tingkat pengembalian modal Bubur'Qu terbilang cepat. Tingkat ROI (Return Of Investment) hanya pada hitungan bulan, rata-rata pada angka 6-8 bulan. Perhitungan ini sudah termasuk semua biaya operasional. Meski sudah menyebar ke berbagia Kota dan Luar Jawa, manajemen menerapkan strategi memasok semua bahan baku ke mitranya. Dengan strategi ini dipastikan rasanya sudah memenuhi standar tertentu. Selain racikan standar bumbu yang langsung diberikan oleh Bubur'Qu sendiri, juga akan disertai pelatihan prosedur lain seperti handling customer, delivery system dan produk.

Salam,
Muhammad S. Mardiko, ST
Bisnis Owner